![]() |
| Keterangan Foto: Ilustrasi aktivitas kreator dalam memanfaatkan foto, Reels, dan video sebagai konten yang berpeluang menghasilkan pendapatan melalui Facebook.(Ilustrasi by AI) |
SIANTAR UPDATE 24 JAM — Perkembangan Facebook Professional (FB Pro) membuat semakin banyak kreator bertanya mengenai peluang mendapatkan penghasilan dari konten yang mereka unggah. Salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul adalah apakah foto bisa menghasilkan uang, serta apakah penghasilan dari foto lebih kecil dibandingkan Reels atau video.
Jawabannya, foto memang dapat menjadi bagian dari konten yang dimonetisasi Facebook. Namun, anggapan bahwa Facebook membayar dengan tarif tetap, misalnya 100 ribu tayangan sama dengan 1 dolar Amerika Serikat, tidak dapat dijadikan patokan resmi. Meta tidak menetapkan tarif flat seperti itu untuk semua kreator.
Meta telah mengembangkan Facebook Content Monetization sebagai sistem monetisasi yang menggabungkan sejumlah program sebelumnya. Program tersebut mencakup berbagai format konten yang memenuhi syarat, termasuk Reels, video berdurasi panjang, Stories, foto dan postingan teks.
Artinya, kreator tidak harus selalu membuat video untuk mendapatkan peluang penghasilan. Foto yang original dan mempunyai performa baik juga dapat menjadi bagian dari strategi monetisasi. Namun, jumlah tayangan yang terlihat pada sebuah postingan bukan berarti seluruhnya otomatis menjadi tayangan yang menghasilkan uang.
Meta kini menggunakan sejumlah metrik untuk membantu kreator memahami performa monetisasi, termasuk Qualified Views dan Earnings Rate. Qualified Views mengacu pada tayangan yang memenuhi kriteria tertentu untuk berpotensi menghasilkan pendapatan, sedangkan Earnings Rate memberikan gambaran mengenai perkiraan penghasilan berdasarkan qualified views.
Karena itu, dua kreator yang sama-sama memperoleh 100 ribu tayangan belum tentu mendapatkan penghasilan yang sama. Performa konten, jenis audiens, kualitas interaksi, waktu konsumsi serta berbagai faktor lain dapat memengaruhi hasil monetisasi.
Dari sisi format, Reels mempunyai posisi yang sangat kuat. Meta menyebut sekitar 60 persen dari total pembayaran kepada kreator Facebook pada 2025 berasal dari Reels, sedangkan sisanya berasal dari Stories, foto dan postingan teks. Angka tersebut menunjukkan besarnya kontribusi Reels dalam ekosistem monetisasi Facebook, tetapi bukan berarti setiap Reels pasti menghasilkan lebih banyak daripada foto.
Sebuah foto yang mendapatkan perhatian besar, menghasilkan percakapan dan dibagikan banyak pengguna bisa mempunyai performa yang sangat baik. Sebaliknya, Reels dengan jumlah tayangan besar belum tentu menghasilkan pendapatan tinggi apabila sebagian tayangannya tidak memenuhi kriteria monetisasi atau performanya secara keseluruhan rendah.
Video berdurasi panjang juga masih memiliki peluang dalam strategi monetisasi. Format tersebut cocok digunakan untuk liputan, wawancara, dokumenter, penjelasan maupun konten yang membutuhkan waktu konsumsi lebih panjang. Sementara itu, postingan teks dapat digunakan untuk membangun diskusi dan menyampaikan informasi secara cepat.
Hal yang semakin penting bagi kreator adalah originalitas. Meta menyatakan bahwa konten original mendapatkan peluang distribusi yang lebih baik, sedangkan konten yang hanya mengambil karya orang lain atau melakukan perubahan kecil tanpa memberikan nilai kreatif yang berarti dapat mengalami penurunan distribusi dan berpotensi memengaruhi monetisasi.
Bagi pengelola media sosial dan media online, prinsip ini menjadi semakin penting. Foto hasil liputan sendiri, informasi yang ditulis sendiri dan penyajian yang memberikan nilai kepada pembaca mempunyai posisi yang lebih baik dibandingkan sekadar mengambil foto dari internet kemudian mengunggahnya kembali.
Penggunaan gambar berbasis kecerdasan buatan atau AI juga tidak otomatis berarti tidak dapat dimonetisasi. Namun, penggunaannya harus tetap memperhatikan kebijakan platform, originalitas dan konteks. Khusus dalam pemberitaan, gambar AI sebaiknya tidak disajikan seolah-olah merupakan dokumentasi nyata dari sebuah peristiwa. Jika digunakan sebagai ilustrasi, keterangan yang jelas dapat membantu mencegah pembaca salah memahami gambar tersebut.
Lalu, mana yang paling banyak menghasilkan uang, foto, Reels atau video? Tidak ada jawaban yang berlaku sama untuk semua akun. Reels memang mempunyai kontribusi besar terhadap pembayaran kreator, tetapi foto, Stories, video dan teks juga mempunyai peluang monetisasi apabila memenuhi persyaratan dan mempunyai performa yang baik.
Dengan demikian, kreator sebaiknya tidak hanya mengejar angka tayangan. Strategi yang lebih tepat adalah membuat konten original, relevan dan menarik sehingga orang mau melihat, membaca, memberikan reaksi, berkomentar dan membagikannya.
Bagi media lokal, kombinasi berbagai format justru dapat menjadi strategi yang lebih efektif. Foto dapat digunakan untuk dokumentasi dan berita cepat, Reels untuk menjangkau audiens baru, video untuk liputan mendalam, sedangkan teks dapat digunakan untuk informasi, opini dan membangun percakapan dengan pembaca.
Pada akhirnya, bukan sekadar jumlah tayangan yang menentukan penghasilan. Yang lebih penting adalah bagaimana konten tersebut memenuhi persyaratan monetisasi dan bagaimana performanya di dalam sistem Facebook.
Catatan: Artikel ini merupakan materi edukasi mengenai monetisasi Facebook berdasarkan informasi yang dipublikasikan Meta. Nominal penghasilan setiap kreator dapat berbeda dan tidak ada jaminan bahwa jumlah tayangan tertentu akan menghasilkan nominal dolar tertentu.
Sumber: Meta for Creators dan Meta Newsroom.
Editor: Zulfandi Kusnomo
