SIANTAR UPDATE 24 JAM

Wamenkeu: Label Proyek Hijau Tak Boleh Sekadar Kosmetik bagi PT Sarana Multi Infrastruktur

Foto: Dok.Kemenkeu RI


Jakarta  -- Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyampaikan tiga arahan strategis kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang telah berkiprah selama 17 tahun dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional. Dalam arahannya di Jakarta pada Kamis (26/2), Wamenkeu menegaskan bahwa PT SMI tidak sekadar berfungsi sebagai perusahaan pembiayaan, tetapi juga sebagai lembaga pembiayaan pembangunan atau development finance institution yang menjadi instrumen strategis negara dalam mendukung kebijakan fiskal.


Menurut Juda Agung, kehadiran PT SMI memungkinkan pemerintah menjaga keberlanjutan pembangunan infrastruktur tanpa mengganggu stabilitas fiskal. Perusahaan tersebut berperan sebagai perpanjangan tangan negara dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang fleksibel ketika terjadi tekanan pada keuangan daerah maupun nasional.


Ia mencontohkan, ketika suatu daerah terdampak bencana, PT SMI dapat hadir melalui skema restrukturisasi pembiayaan sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tetap terjaga dan tidak mengalami tekanan berlebihan. Dengan demikian, pembangunan dan pelayanan publik di daerah tetap dapat berjalan.


Selain itu, Juda Agung juga menyoroti peran PT SMI dalam mendukung agenda transisi energi nasional. Ia menjelaskan bahwa melalui skema blended finance—yakni kombinasi pembiayaan komersial dan konsesional—PT SMI dapat membantu membiayai proyek energi terbarukan tanpa memberikan beban tambahan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).


Memasuki usia ke-17, Juda Agung menekankan pentingnya PT SMI memiliki rekam jejak yang jelas serta mandat yang tegas dalam setiap proyek yang didukung. Ia meminta agar setiap pembiayaan yang disalurkan memiliki kerangka dampak yang konkret dan terukur bagi masyarakat.


Keberhasilan proyek, menurutnya, tidak boleh hanya dilihat dari terserapnya anggaran atau rampungnya pembangunan fisik. Lebih dari itu, dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat harus menjadi ukuran utama keberhasilan setiap pembiayaan infrastruktur.


Terkait pengembangan portofolio hijau atau green portfolio, Wamenkeu mengingatkan agar label “hijau” tidak sekadar menjadi kosmetik. Proyek energi terbarukan harus memiliki struktur pembiayaan yang kuat dan berkelanjutan sehingga tidak menimbulkan risiko baru bagi stabilitas keuangan.


Poin terakhir yang ditekankan adalah penguatan tata kelola perusahaan. Hal ini menjadi semakin penting karena PT SMI berencana menerbitkan Obligasi Ritel Infrastruktur SMI (ORIS) tahun ini. Juda Agung menegaskan bahwa transparansi dan disiplin tata kelola harus diperkuat untuk menjaga kepercayaan publik, sebab jika kepercayaan masyarakat goyah, maka seluruh capaian selama 17 tahun dapat hilang dalam waktu singkat.


Laporan: Tim Siantar Update 24 Jam

Editor: Redaksi 

gavel
KETERBUKAAN & KEADILAN PERS

RUANG HAK JAWAB

Setiap pihak berhak menyampaikan klarifikasi, koreksi, atau tanggapan atas pemberitaan secara proporsional dan berimbang.

Siantar Update 24 Jam membuka ruang komunikasi bagi pihak yang merasa perlu memberikan penjelasan atas informasi yang telah diberitakan. Pengajuan akan ditelaah secara profesional dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan kepentingan publik.

Hak jawab atau koreksi disampaikan dengan itikad baik dan dapat dilengkapi data atau dokumen pendukung. Materi yang memenuhi ketentuan akan diproses dan ditayangkan sesuai prinsip jurnalistik serta ketentuan yang berlaku.

verifiedRuang ini merupakan bagian dari komitmen redaksi terhadap akurasi, keberimbangan, koreksi, dan penghormatan terhadap hak pihak yang diberitakan.
Email: selektifnews@gmail.com  •  WhatsApp: 082272705409

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak