![]() |
| Foto: Dok.Kodim 0207/Simalungun |
Pematangsiantar – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Siantar Marihat, Kota Pematangsiantar, Rabu (25/3/2026). Tradisi partangiangan mangengge boni atau doa bersama sebelum menabur benih padi menjadi momen yang tidak hanya sarat makna spiritual, tetapi juga mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Koramil 03/Siantar Selatan Kodim 0207/Simalungun, Sertu D. Sirait, hadir bersama Ibu Lurah Sukaraja serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk memenuhi undangan warga.
Kehadiran Babinsa bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap kehidupan masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan harapan pada hasil panen. Dengan penuh keakraban, Sertu D. Sirait berbaur bersama warga mengikuti rangkaian doa, sebagai simbol memohon keberkahan dan hasil panen yang melimpah.
“Tradisi seperti ini bukan hanya menjaga nilai budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujar Sertu D. Sirait di sela kegiatan.
Sementara itu, PPL pertanian turut memberikan semangat kepada para petani agar terus mengoptimalkan pola tanam yang baik dan memanfaatkan teknologi pertanian guna meningkatkan hasil produksi.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa kekeluargaan. Harapan pun mengalir dari setiap doa yang dipanjatkan—agar benih yang ditabur tumbuh subur, panen berhasil, dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.
Melalui momen sederhana namun bermakna ini, terlihat jelas bahwa sinergi antara aparat, pemerintah kelurahan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus melestarikan kearifan lokal.
Sumber: Tim Pendim 0207/SML
Editor: Redaksi

